Senin, 27 Februari 2023

Kiat Menulis Berita di Facebook

Waktu baca sekarang ini terasa semakin terbatas. Informasi berlimpah mengalir dan semua mengantri meminta atensi.  Dan semua tulisan ingin dibaca.

Pembaca tetap sebagai raja. Ia memiliki hak istimewa untuk menentukan tulisan mana yang dibacanya. Penulis harus sendika dhawuh (siap sedia) melayani selera mereka.

Untuk itu, penulis pun menyikapi hal ini. Pedoman menulis di media pun sekarang sudah menyesuaikan diri. Standar minimal tiga kalimat setiap paragraf tak berlaku lagi. Paragraf boleh berisi hanya dua atau bahkan satu kalimat saja.

Khusus untuk naskah tulisan berita di Facebook, beberapa kiat cara dapat kita lakukan. Kita perlu  mengefisiensikan tulisan, mendahulukan yang utama, dan memberikan yang penting saja.

Paparkan tak hanya fakta. Berikan makna pada setiap peristiwa. Lampirkan gambar sebagai bukti pendukungnya.

1.       Judul

Judul merupakan kalimat pesan. Redaksinya ringkas. Susunan boleh terdiri dari subyek, predikat, dan obyek. Isinya mewakili keseluruhan isi berita. Kata kerjanya dapat tanpa awalan me-.

Contoh:

LDII SINTANG PERSIAPKAN CALON JEMAAH HAJI 

2.       Paragraf Pertama

Paragraf pertama merupakan paragraf utama. Pesan utama diungkapkan di sini/tempat ini. Ini sesuai dengan prinsip Stephen R. Covey: First Things First, “Dahulukan yang Utama”.  Berikan makna, lebih dari sekedar hanya mengungkap fakta.

Contoh:

Calon jemaah haji harus dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri. Mereka hanya memiliki sekali kesempatan seumur hidup. Keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai haji mabrur menjadi taruhan pada setiap pelaksanaannya. 

3.       Paragraf Kedua

Paragraf ini merupakan penjelasan lanjut dari paragraf sebelumnya. Di sini dapat menjelaskan apa, siapa, mengapa, kapan, dan di mana.

Itulah alasan DPD LDI Kabupaten Sintang mengadakan kegiatan Manasik Haji Mandiri. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Baitul Izza Sungai Tebelian Sintang Minggu (26/2/23). Sebagai pembimbingnya adalah H. Slamet S.Pd. yang sudah melaksanakan ibadah haji dan juga baru saja beberapa minggu sebelumnya menunaikan ibadah umroh.

4.       Paragraf Ketiga

Paragraf ketiga merupakan penutup atau Goodbye­ (pamitan). Paragraf dapat menjelaskan tentang bagaimana kegiatan yang diberitakan berlangsung (how).

Kegiatan berjalan dengan lancar. Pembukaan dilaksanakan pada pagi hari dan ditutup malam harinya. Hadir dalam kegiatan tersebut puluhan calon jemaah haji, termasuk ketua DPD LDI Kabupaten Sintang Sumadi, M.Pd.

5.       Dokumentasi

Dokumentasi merupakan bukti fisik. Foto yang ditampilkan membuktikan bahwa beritanya sesuai fakta. Tokoh atau fakta utama perlu difoto jarak dekat (close-up), sedangkan yang lainnya menyesuaikan (jarak sedang, jarak jauh)

  

6.       Tanda pagar

Tanda pagar atau tagar (#) digunakan untuk mengelompokkan postingan. Untuk menulisnya diawali dengan tanda pagar, dilanjutkan dengan kata-kata yang ingin kita tampilkan tanpa jeda/spasi. Tanda ini memudahkan kita untuk mencari postingan sejenis.

Contoh:

#bidangdakwah

#manasikhajimandiri

Contoh-contoh ini dikutip dari akun facebook https://www.facebook.com/dpd.Idii.sintang/

Semoga tulisan ini bermanfaat. Mari tetap selalu belajar dan belajar. Belajar itu sepanjang hayat. No limit to learn. Tak ada batas untuk belajar.

Beberapa Doa Umroh dan Haji

Doa ada bermacam-macam. Doa suatu amalan dapat berbeda karena sumbernya juga berbeda dan sama-sama sah untuk diamalkan. Salah satunya adalah...