Waktu baca sekarang ini terasa semakin terbatas. Informasi berlimpah mengalir dan semua mengantri meminta atensi. Dan semua tulisan ingin dibaca.
Pembaca tetap sebagai
raja. Ia memiliki hak istimewa untuk menentukan tulisan mana yang dibacanya. Penulis
harus sendika dhawuh (siap sedia) melayani selera mereka.
Untuk itu, penulis pun menyikapi
hal ini. Pedoman menulis di media pun sekarang sudah menyesuaikan diri. Standar
minimal tiga kalimat setiap paragraf tak berlaku lagi. Paragraf boleh berisi hanya
dua atau bahkan satu kalimat saja.
Khusus untuk naskah tulisan
berita di Facebook, beberapa kiat cara dapat kita lakukan. Kita perlu mengefisiensikan tulisan, mendahulukan yang
utama, dan memberikan yang penting saja.
Paparkan tak hanya fakta.
Berikan makna pada setiap peristiwa. Lampirkan gambar sebagai bukti
pendukungnya.
1.
Judul
Judul merupakan kalimat pesan. Redaksinya ringkas.
Susunan boleh terdiri dari subyek, predikat, dan obyek. Isinya mewakili keseluruhan
isi berita. Kata kerjanya dapat tanpa awalan me-.
Contoh:
LDII SINTANG PERSIAPKAN CALON JEMAAH HAJI
2.
Paragraf Pertama
Paragraf pertama merupakan paragraf utama. Pesan utama diungkapkan di sini/tempat
ini. Ini sesuai dengan prinsip Stephen R. Covey: First Things First, “Dahulukan yang Utama”. Berikan makna, lebih dari sekedar hanya
mengungkap fakta.
Contoh:
Calon jemaah haji harus dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri. Mereka hanya memiliki sekali kesempatan seumur hidup. Keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai haji mabrur menjadi taruhan pada setiap pelaksanaannya.
3.
Paragraf Kedua
Paragraf ini
merupakan penjelasan lanjut dari paragraf sebelumnya. Di sini dapat menjelaskan
apa, siapa, mengapa, kapan, dan di mana.
Itulah alasan DPD LDI Kabupaten Sintang
mengadakan kegiatan Manasik Haji Mandiri. Kegiatan dilaksanakan di Masjid
Baitul Izza Sungai Tebelian Sintang Minggu (26/2/23). Sebagai pembimbingnya
adalah H. Slamet S.Pd. yang sudah melaksanakan ibadah haji dan juga baru saja beberapa minggu sebelumnya menunaikan ibadah umroh.
4.
Paragraf Ketiga
Paragraf ketiga merupakan penutup atau Goodbye (pamitan). Paragraf dapat menjelaskan
tentang bagaimana kegiatan yang diberitakan berlangsung (how).
Kegiatan berjalan dengan lancar. Pembukaan
dilaksanakan pada pagi hari dan ditutup malam harinya. Hadir dalam kegiatan
tersebut puluhan calon jemaah haji, termasuk ketua DPD LDI Kabupaten Sintang
Sumadi, M.Pd.
5.
Dokumentasi
Dokumentasi merupakan bukti fisik. Foto yang ditampilkan membuktikan bahwa beritanya sesuai fakta. Tokoh atau fakta utama perlu difoto jarak dekat (close-up), sedangkan yang lainnya menyesuaikan (jarak sedang, jarak jauh)
6.
Tanda pagar
Tanda pagar atau tagar
(#) digunakan untuk mengelompokkan postingan. Untuk menulisnya diawali dengan
tanda pagar, dilanjutkan dengan kata-kata yang ingin kita tampilkan tanpa
jeda/spasi. Tanda ini memudahkan kita untuk mencari postingan sejenis.
Contoh:
#bidangdakwah
#manasikhajimandiri
Contoh-contoh ini dikutip dari akun facebook https://www.facebook.com/dpd.Idii.sintang/
Semoga tulisan ini bermanfaat. Mari tetap selalu belajar dan belajar. Belajar itu sepanjang hayat. No limit to learn. Tak ada batas untuk belajar.

