Seekor
monyet bersahabat dengan seekor ikan. Mereka sedang bersenda gurau bersama. Monyet
bergelantungan di pohon yang menjorok ke tengah sungai. Adapun ikan ikan berenang
di air sungai tersebut.
Tiba-tiba
datanglah banjir. Dari arah hulu tampak air mengalir deras menerjang semua yang
dilewatinya.
Sang monyet
panik. “Banjir…!” teriaknya. Ia membayangkan bagaimana akibatnya bila ia tergulung
banjir dan tenggelam. Kalau tak dapat menyelamatkan diri, maka nyawalah taruhannya.
Ia tak
ingin sahabatnya celaka. Ia pun dengan cepat menyambarnya. “Sahabatku harus
kuselamatkan,” tekad monyet di dalam hati.
Monyet
pun melompat ke pepohonan mengamankan sahabatnya. Ikan tersebut menggelepar di
tangannya, tetapi monyet tidak memperhatikannya karena terlena mengamati banjir
yang ada.
Beberapa saat kemudian ternyata ikan pun terdiam. Bukannya ia tertidur, tetapi ternyata ia telah tak bernafas lagi. Betapa sedihnya sang monyet, sahabat yang ditolongnya kini telah mat.
Entah monyet itu menyadari atau tidak. Sahabatnya mati karena niat baiknya. Ia bermaksud menolong, tapi ternyata berujung celaka dan petaka.
Pesan yang dapat kita terima diantaranya adalah:
- Membantu harus disesuaikan dengan keperluan yang dibantu.
- Cara bantu yang salah justru menyebabkan celaka.
- Carilah hikmah dibalik apa yang terjadi, agar kesalahan tak terulang dan menyesal lagi.
- Sesuatu yang baik menurut kita, mungkin tidak baik bagi orang lainnya, demikian pula sebaliknya.
- Orang perlu belajar untuk mengambil pelajaran atau hikmah dari pengalaman (sendiri atau pihak lain)..
- Di setiap peristiwa terdapat pelajaran bagi orang yang dapat mengambilnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar