Kamis, 09 Maret 2023

Beberapa Doa Umroh dan Haji

Doa ada bermacam-macam. Doa suatu amalan dapat berbeda karena sumbernya juga berbeda dan sama-sama sah untuk diamalkan. Salah satunya adalah sebagaimana doa-doa di bawah ini. Untuk lebih jelasnya dapat menghubungi ustaz-ustaz terdekat.

Umroh

  1. Doa minum air zamzam. Allaahumma innii as-aluka 'ilman naafi'an wa rizqan waasi'an wa syifaa-an min kulli daa-(in).  (HR Hakim, KMH:21)
  2. Doa / lafal niat haji.  Labbaika bi'umratin wa hajjah (-tin). HR Tirmidzi, KMH:32)
  3. Kalimat talbiyah. Labbaik allaahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk. Laa syariika lak. (HR Tirmidzi K. Haji KMH:39)
  4. Doa melihat Ka'bah. Allaahumma zid baitaka haadzaa tasyriifan wa ta'dhiiman wa takriiman wa birran wa mahaabah (HR Thabranii, KMH:43)
  5. Kalimat mengusap hajar Aswad / isyarah sebelum thawaf: Bismillaahi wallaahu akbar. (HR. Baihaqi, KMH:47)
  6. Doa dari Rukun Yaman ke Rukun Hajar Aswad. Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wafil aakhirati hasanah, waqinaa 'dzaaban naar. (HR Abu Dawud K. Manasik, KMH:50).
  7. Doa dari Rukun Yamani. Allahumma innii as-alukal 'afwa wal'afiiyata fid dunyaa wal aakhirah.Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqinaa 'adzaabannaar.(HR Ibnu Majah K. Manasik: KMH:51)
  8. Doa ketika thawaf: Subhaanallaahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru walaa haula walaa quwwata illaa billaah. (HR. Ibnu Majah K. Manasik, KMH:51-52)
  9. Doa sebelum shalat 2 rakaat di belakang Makom Ibrahim (dianjutkan doa bebas). A'uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Wattakhidzuu mim maqaami ibraahiima mushallaa. (HR. Nasai, KMH:57)
  10. Surat yang sunahnya dibaca saat shalat di belakang Maqom Ibrahim: QS Al Kaafiruun dan Al Ikhlas (HR. Nasai, KMH:57)
  11. Doa setelah shalat sunah 2 rakaat. Allaahumma anta ta'lamu sirrii wa 'alaaniyatii fqbil ma'dziratii wa ta'lamu haajatii fa-a'thinii su-lii wa ta'lamu maa 'indii faghfirlii dzunuubii. As-aluka iimaanan yubaahii qalbii wa yakinan shaadiqan hattaa a'lama annahu laa yushiibunii illaa maa katabta lii wa radldlinii biqadlaa-ik(a). (HR. Thabrani, KMH:58)
  12. Doa naik ke bukit Shafa. Innash shafaa wal Marwata min sya'aairillaah. (HR Tirmidzi, KMH:61)
  13. Kalimat ketika di bukit Shafa dan Marwa. Takbir 3 kali, dilanjutkan Laa ilaaha illallaahu wahdahulaa syariikalah. lahul mulku wa lahul hamdu  wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir diulangi 3 kali. (HR. Nasai, KMH:62)
  14. Doa di bukit Shafa: Allaahumma innaka qulta ud'unii astajib lakum. Wa innaka laa tukhliful mii'aad. Wa innii as-aluka kamaa hadaitanii lil islaami an laa tanzi'ahu minnii hattaa tatawaffanii wa ana muslim. (HR Malik, KMH:63). Doa di atas bukit Shafa. KMH:63-64.
  15. Bacaan antara Shafa dan Marwah: Rabbighfirlii warham wa anta a'azzul akram. (HR Baihaqi, KMH: 66). Kata anta dapat diganti dengan annaka. Doa sebelum minum air zam-zam.
  16. Doa menaiki bukit Shafa / Marwa. Innash shafaa wal marwata min sya'aairillaah. (HR Tirmidzi K. Haji, KMH:44).

Haji

  1. Perjalanan ke Arafah: membaca takbir atau talbiyah. Takbir: Allaahu akbar Allaahu akbar Laa ilaaha illallaahu allaahu akbar. allaahu akbar walillaahilhamd. Talbiyah: Labbaik allaahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk. Laa syariika lak. (HR. Bukhari. K. Haji, KMH71)
  2. Doa hari Arafah: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qadiir. (HR Tirmidzi, KMH:74-75). Waktu matahari terbenam berangkat ke Muzdalifah (KMH:77)
  3. Doa yang banyak dibaca saat wukuf di Arafah. Allaahumma lakalhamdu kalladzii taquulu wa khairan mimmaa taquul(u). Allaahumma laka shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii wa ilaika maa aabii wa laka rabbi turaatsii. Allaahumma innii a'uudzubika min 'adzzabil qabri wa waswastish shabri wa syataatil amr(i). Allaahumma innii a'uudzubika min syarrimaa taji-u bihir riih. (HR Tirmidzi, KMH: 76)
Semoga bermanfaat, dan semoga Allah memberikan barokah pada kita semua. Aamiin.

Senin, 06 Maret 2023

Cara Membuat File Gambar Menggunakan PowerPoint

Suatu saat saya ingin membuat foto dari tangkapan layar. Ketika tangkapan layar saya buat, saya mencari aplikasi Paint. Namun demikian, ternyata saya tak menemukan. Yang saya temukan adalah Paint 3D, tetapi saya kurang terbiasa menggunakannya sehingga saya tinggalkan. 

Terpikir oleh saya untuk membuatnya dengan aplikasi online. Namun demikian, berhubung keperluannya tak mendesak amat niat mencari aplikasi online saya urungkan. Keperluan foto dari hasil tangkapan layar saya tunda.

Saat itu saya menggunakan aplikasi PowerPoint. Saya pun ingat bahwa saya pernah mengubah file presentasi tersebut menjadi file video. Saya pun ingat bahwa file presentasi dapat disimpan dalam beberapa format, termasuk gambar.

Akhirnya, saya pun mencari gambar yang saya inginkan. Dengan proses sederhana, saya memperoleh file gambar yang saya inginkan. Bagaimana prosesnya? Di bawah ini beberapa langkah yang harus diikuti akan saya jelaskan satu per satu.

  1. Buka video Youtube (atau video lainnya) yang akan dibuat tangkapan layarnya.

  • Bila ingin kualitas gambarnya bagus, tingkatkan resolusinya sesuai yang dikehendaki.  Bila perlu, buka video dalam setelan layar penuh.
  • Tepat pada gambar yang kita inginkan, tekan tombol tangkapan layar pada keyboard (PrintScreen SysRq).

  • Buka aplikasi PowerPoint.

  • Tempelkan tangkapan layar yang kita inginkan pada slide dengan menekan Ctrl+V atau klik kanan dan pilih Paste. 

  • Atur ukuran dan posisi gambar sesuai dengan yang kita kehendaki dengan fasilitas potong (Crop).

  • Bila sudah sesuai, simpanlah slide tersebut dengan menekan tombol Ctrl+S atau pilih menu File.

  • Pilih Export - Change File Type - JPEG File.

  • Tentukan nama file (dalam contoh ini: JPG dari PPT) dan tentukan lokasi penyimpanannya.




  • Ketika ada dialog untuk memilih satu slide atau semua slide, pilih All Slides.
  • File tersimpan di folder yang telah dipilih. Dalam contoh ini saya membuat beberapa file gambar  (jpg) sekaligus.
Demikian cara membuat file gambar melalui aplikasi PowerPoint. Selain file berekstensi jpeg, ada beberapa ekstensi lainnya yang dapat dibuat dari aplikasi ini seperti video dan pdf. Tentu saja semua dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Semoga bermanfaat. Tetap belajar terus sepanjang hayat. Kita belajar kita sendiri yang mendapatkan kemanfaatannya. Selamat terus belajar.

  1.  

Minggu, 05 Maret 2023

Menunaikan Ibadah Haji, Menggapai Kemuliaan Dunia Akhirat


MENUNAIKAN IBADAH HAJI, MENGGAPAI KEMULIAAN DUNIA AKHIRAT

(Dilampiri File Panduan Manasik Umroh dan Haji)


Kemabruran menjadi taruhan bagi setiap jamaah haji. Sah atau tidak, benar atau salah, mendapatkan kemanfaatan dari keutamaannya atau tidak, hanya saat itulah yang menentukan.

Ibadah haji sulit diulangi lagi. Saat ini, kebanyakan dari kita hanya dapat melaksanakan sekali seumur hidupnya. Persoalannya bukan hanya soal mampu tidaknya menyediakan biaya, tetapi juga panjang daftar tunggunya. Lama menunggu tercepat belasan tahun, dan terlama hampir 40 tahun. Jeda waktu yang sampai menghasilkan cucu.

Besarnya biaya yang dikeluarkan untuk menunaikan ibadah haji takkan menyebabkan merugi. Keuntungan-keuntungan dari keutamaan haji yang mabrur menghapus beratnya menyiapkan semua biaya yang dikeluarkan. Bahkan, keutamaan-keutamaan luar biasa tak ternilai harganya menantinya di depan mata. Terlalu besar rasanya balasannya dibandingkan biaya.  Tak terbandingkan...!

Keuntungan-keuntungan besarnya tersebut dapat dibagi menjadi beberapa:

  1. Biaya haji niscaya dikembalikan oleh Allah.
  2. Kembali ke tanah air dalam keadaan suci bebas dari dosa bagaikan bayi yang baru lahir.
  3. Kembali ke tanah air sebagai manusia yang lebih mulia.
  4. Dengan menjaga kemabrurannya sampai mati, maka surga menantinya. 

Keuntungan-keuntungan tersebut hanya didapatkan bila hajinya mabrur. Untuk itu, jemaah perlu mempersiapkan dirinya dengan baik. Tak hanya biaya dan fisiknya, tetapi niat dan juga ilmunya. Target menunaikan haji harus 100 persen berhasil.

Untuk itulah penulis menyusun materi paparan panduan menunaikan ibadah haji. Panduan ini diperuntukkan bagi siapa pun yang memerlukannya. Para pembaca dipersilakan untuk mempelajarinya.  

Panduan ini berbentuk rangkuman, untuk lebih jelasnya dipersilakan untuk bertanya pada guru atau ustaz terdekat. Uraian yang sudah sesuai silakan diikuti, dan yang belum sesuai mohon untuk dikoreksi.

Nama file ini adalah Manasik Umroh dan Haji. Untuk membaca dan atau mengunduhnya, silakan klik di   SINI. 

Alhamdulillaahi jazaakumulloohu khoiro. Semoga Allah memberikan barokah bagi kita semua. Aamiin.


Catatan: Video yang ditautkan hanyalah untuk memberikan gambaran keadaan sebenarnya di lapangan.

Sabtu, 04 Maret 2023

Prosesi Umroh dan Haji

UMRAH

1.       Miqot (di Bir Ali atau Yalamlam)

  1. Mandi junub, bila batal wudlu.
  2. Berpakaian ihram.
  3. Shalat 2 rakaat.
  4. Membaca niat umrah: Labbaik allahumma umrotan.
  5. Membaca talbiyah.

2.       Thawaf

https://youtu.be/jL487LU35hU

  1. Berdoa masuk masjid.
  2. Berdoa melihat Ka’bah
  3. Melakukan mencium, mengusap, isyarah Hajar  Aswad di garis marmer coklat.
  4. Berjalan nginclik mengitari Ka’bah melalui Rukun Irak, Rukun Siria, dan Rukun Yaman.
  5. Sampai di Rukun Yaman berjalan kaki ke arah Rukun Hajar Aswad.
  6. Poin c s.d. e diulangi hingga 7 kali.
  7. Menuju belakang makom Ibrahim: Berdoa (ta’awudz, basmallah, wattakhadzuu mim maqaami ibraahiima mushalla, Shalat 2 rakaat, Berdoa bebas.
  8. Minum air zam-zam.

3.       Sai

https://youtu.be/OoyKV68gPyA
a.       Mau naik ke bukit shafa berdoa.
b.      Sesampai di atas berdoa sambil menghadap kiblat.
c.       Turun dan berjalan menuju Marwa.
d.      Di garis / lampu hijau lari ngincik (khusus laki-laki?)
e.      Selesai garis hijau berjalan menuju Marwa.
f.        Naik ke Marwa berdoa.
g.       Di atas marwa berdoa menghadap kiblat.
h.      Sai Shafa dan Marwa sebanyak 7 putaran berakhir di Marwa.
i.         Belok kanan dan tahallul (cukur rambut dan lukar)

4.       Tahallul

 

HAJI

1.       Miqot (dari hotel)

a.       Mandi junub, bila batal wudlu.
b.      Berpakaian ihram.
c.       Shalat 2 rakaat.
d.      Membaca niat haji: Labbaik allahumma hajjan.
e.      Membaca talbiyah 
f.    Menuju Arafah (tgl 8 atau 9)

2.       Wukuf di Arafah

  1. Tanggal 9 shalat dhuhur dan ashar jamak qosor takdhim.
  2. Mendengarkan khotbah.
  3. Berdiam sampai menjelang maghrib.
  4. Sebelum maghrib berangkat ke Muzdalifah

3.       Mabit di Muzdalifah

  1. Sampai di Muzdalifah shalat jama’ takdim Maghrib Isya.
  2. Mencari kerikil (min 70).
  3. Bermalam di Muzdalifah
  4. Shalat shubuh dan berdoa (makbul)

4.       Melempar Jumroh Akobah

  1. Sebelum matahari terbit berangkat ke Mina.
  2. Melempar jumroh akobah 7 kerikil dengan membaca takbir.
  3. Menuju Masjidil Haram.

5.       Thawaf Ifadhoh

  1. Berdoa masuk masjid.
  2. Berdoa melihat Ka’bah
  3. Melakukan mencium, mengusap, isyarah Hajar  Aswad di garis marmer coklat.
  4.  Berjalan nginclik mengitari Ka’bah melalui Rukun Irak, Rukun Siria, dan Rukun Yaman.
  5. Sampai di Rukun Yaman berjalan kaki ke arah Rukun Hajar Aswad.
  6. Poin c s.d. e diulangi hingga 7 kali.
  7. Menuju belakang makom Ibrahim
  8. Berdoa (ta’awudz, basmallah, wattakhadzuu mim maqaami ibraahiima mushalla)
  9. Shalat 2 rakaat
  10. Berdoa bebas
  11. Minum air zam-zam.

6.       Sai

  1. Mau naik ke bukit shafa berdoa.
  2. Sesampai di atas berdoa sambil menghadap kiblat.
  3. Turun dan berjalan menuju Marwa.
  4. Di garis / lampu hijau lari ngincik (khusus laki-laki?)
  5. Selesai garis hijau berjalan menuju Marwa.
  6. Naik ke Marwa berdoa.
  7. Di atas marwa berdoa menghadap kiblat.
  8. Sai Shafa dan Marwa sebanyak 7 putaran berakhir di Marwa.
  9. Belok kanan dan tahallul (cukur rambut dan lukar)
  10. Berangkat menuju Mina

7.       Mabit di Mina

  1. Bermalam di Mina (di tenda), tanggal 10.
  2. Tanggal 11 dan 12 (atau 13 bila nafar akhir) melempar jumrah Ula, Wustho, Aqobah.
  3. Kembali ke Mekah.

8.       Thawaf Wada’ (keadaan suci)

  1. Berdoa masuk masjid.
  2. Berdoa melihat Ka’bah
  3. Melakukan mencium, mengusap, isyarah Hajar  Aswad di garis marmer coklat.
  4. Berjalan nginclik mengitari Ka’bah melalui Rukun Irak, Rukun Siria, dan Rukun Yaman.
  5. Sampai di Rukun Yaman berjalan kaki ke arah Rukun Hajar Aswad.
  6. Poin c s.d. e diulangi hingga 7 kali.
  7. Menuju belakang makom Ibrahim: Berdoa (ta’awudz, basmallah, wattakhadzuu mim maqaami ibraahiima mushalla), Shalat 2 rakaat, Berdoa bebas. 
  8. Minum air zam-zam.
  9. Kembali ke hotel dan persiapan meninggalkan Mekah.
Disclaimer: Tulisan masih dalam pendalaman materi.

Jumat, 03 Maret 2023

Tahapan Penguasaan Ilmu

 Bismillaahirrahmaanirrahiim

Ilmu agama (Quran dan hadits) didapatkan dengan mencari ilmu, siapa pun gurunya. Agar ilmu bermanfaat dan barokah, ilmu didapatkan dengan cara yang benar dan dari sumber yang benar pula.

Cara yang benar mencari ilmu adalah dengan berguru. Seandainya seseorang mencari ilmu dengan sekehendaknya sendiri tanpa berguru, maka laqaala man qalaa maa qaala. Orang akan akan menjelaskan ilmunya sekehendaknya atau sesuai kepentingannya sendiri-sendiri.

Ilmu yang dicari hendaknya juga langsung dari sumbernya, yaitu ayat-ayat Quran dan al hadits. Dengan demikian, sang pencari ilmu mendapatkan sendiri dalil-dalilnya dan terhindar dari sesuatu yang dibenci Allah, yaitu “katanya-katanya” atau qiila wa qaala. Orang yang mengaji langsung dari ayat dan hadits niscaya berkata: "Berdasarkan Quran surat .... ayat ..." atau "Berdasarkan hadits riwayat ...". Tetapi kalau tidak, maka ia akan berkata "Menurut A katanya begini..., menurut B katanya begini...", dan inilah yang disebut "Katanya katanya."

Ilmu yang dicari pun harus didapatkan dari guru. Gurunya pun yang sudah berguru dan bila ditelusur bergurunya sampai pada sang pemilik ilmu agama yaitu Nabi Muhammad saw.  

Niat menjadi penentu awal seseorang menuntut ilmu. Bila niatnya benar, maka kebenaranlah yang akan didapatkan. Bila niatnya salah, maka ilmu akan menjerumuskan pemiliknya, kecuali ia mengubahnya. Hasil dari amalan seseorang sesuai dengan tujuan melakukan amalan tersebut. 

Contoh niat salah dalam mencari ilmu adalah bila niatnya untuk mengalahkan ilmu seorang guru. contoh lainnya adalah untuk mempengaruhi atau menjerumuskan orang-orang yang awam atau bodoh. Inti niat yang benar adalah untuk beribadah. Adapun ibadahnya sesuai dengan petunjuk Quran dan hadits, seperti menetapi perintah mencari ilmu, mencari dasar hukum ibadah, untuk mencari pahala, dll.

Bila niatnya untuk ibadah maka yang didapatkan adalah pahala, bila niatnya untuk menyaingi ulama atau menjerumuskan orang-orang bodoh maka hasilnya adalah dosa yang berujung siksa.

Untuk mendapatkan dan menguasai ilmu seseorang perlu melalui beberapa tahap. Tahapannya dapat dibagi seperti dalam uraian di bawah ini

1.       Pengesahan ilmu

Ilmu agama sudah sah apabila seseorang sudah berguru. Dengan berguru seseorang sudah berhak untuk mengamalkannya. Ia pun berhak untuk menyampaikannya pada orang lain baik bacaan, makna, maupun keterangannya sesuai dengan yang disampaikan gurunya.

Dengan berguru, maka murid mendapatkan penjelasan mengenai ilmu yang dikajinya. Orang yang menjelaskan ayat-ayat Quran dengan akalnya (tidak berguru), maka neraka lebih berhak baginya.

Dengan berguru, maka murid niscaya mendapatkan penjelasan tentang apa yang dikajinya. Gambarannya, misalnya guru menjelaskan kalimat “Seekor kucing makan tikus mati di kebun.” Dengan berguru, tentunya guru menjelaskan siapa yang mati, apakah kucing, tikus, atau kedua-duanya. Bila tidak berguru, kepada siapa murid akan bertanya?

2.       Pemahaman ilmu

Setelah ilmunya sah, seseorang untuk mencapai tahap berikutnya harus berusaha memahaminya. Indikator seseorang sudah memahami ilmunya adalah mampu penjelaskannya kepada orang lain dengan benar sesuai penjelasan gurunya. Mudahnya, ia dapat mengajarkan kembali ilmunya kepada orang lain. 

3.       Mendapatkan hikmah

Ilmu menjadi bermanfaat bila mendapatkan hikmah. Barang siapa yang mendapatkan hikmah, maka sungguh diberi kebaikan yang banyak.

Mendapatkan hikmah berarti mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Ilmunya tidak berhenti sampai sebagai pengetahuan, tetapi lebih daripada itu. Ia memanfaatkan ilmunya untuk kebaikan.

Pemanfaatan ilmu bermacam-macam. Kemanfaatannya  dapat dari ranah hati/perasaan, ucapan, perbuatan, keimanan, pengetahuan, dll. Bentuk nyatanya dapat berupa perasaan tenang, rasa bersyukur, ucapan yang semakin baik, perbuatan yang menjadi lebih baik, mengamalkan ilmunya, keimanan yang semakin meningkat, pengetahuan yang semakin luas, dan lain-lain. 

4.       Mengkaji ilmu

Tahap selanjutnya dari mencari ilmu adalah dengan kemampuan mengkaji ilmu yang telah didapatkannya. Orang dapat njlentrehke (menguraikan) pengertian ilmu yang didapatkannya. Kajian diperoleh dengan menghubungkan dalil yang satu dengan dalil lainya. Dalil tidak berdiri sendiri. Dalil berhubungan dengan dalil lainnya dan saling menjelaskan.

Guru mungkin memberikan penjelasan yang berbeda pada saat yang berbeda. Ucapan alhamdulillaah suatu saat disebut sebagai ucapan syukur. Namun pada saat yang lainnya disebut sebagai ucapan dzikir. Pada saat yang lainnya dikatakan sebagai doa. Murid pun boleh menyimpulkan bahwa alhamdulillaah adalah ucapan syukur sekaligus ucapan dan doa. 

Shalat juga merupakan pengamalan yang terdiri dari beberapa pengamalan. Di dalam shalat ada takbir, doa, shalawat, salam, dan lain-lain yang masing-masing memiliki keutamaan sendiri-sendiri. Ia pun dapat melogikakan mengapa shalat menjadi masuk surga atau tidaknya seseorang. Orang yang shalatnya baik perbuatannya niscaya baik pula, karena “Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar.”

Orang yang sudah sampai pada tahap ini juga dapat membuat kesimpulan sendiri dari sebuah dalil yang kesimpulannya bersesuaian dengan semua dalil lainnya. Ia pun juga dapat mengambil makna yang tersirat dari suatu pengertian yang tersurat pula.

Dalam taksonomi Bloom, orang yang sudah sampai pada tahapan ini berarti memiliki keterampilan menganalisis. Ia sudah mampu menguraikan ilmu yang didapatkannya.

5.       Menjiwai ilmu

Pada tahap ini, orang hidupnya sudah disinari dengan ilmu. Hati, perasaan, ucapan, dan perbuatannya semua sudah didasarkan atas ilmu. Contoh mudahnya adalah Nabi Muhammad saw yang akhlaknya adalah Quran.  

Tidak mudah seseorang yang belajar Quran hadits untuk mencapai tahapan ini. Namun demikian, ini bukan berarti tidak mungkin. Semakin seseorang bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, semakin ia dapat sampai pada tahapan ini.

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin. Semoga kita mendapatkan ilmu yang barokah dan semoga tulisan ini bermanfaat. Aamiin.

Artikel ini dapat direvisi setiap saat.


Rabu, 01 Maret 2023

Cara-Cara Belajar

Dulu belajar identik dengan membaca buku. Ketika seorang siswa SD mengajak temannya untuk belajar, berarti ia mengajak membaca buku, termasuk mengerjakan soal-soalnya. Belajar hanya sampai di situ menurut pemikiran anak-anak seusia itu.

Seiring dengan berjalannya waktu, pengertian belajar semakin berkembang. Pengalaman demi pengalaman meningkatkan pemahaman hakikat belajar. Belajar bukan hanya membaca buku. Belajar adalah mencari ilmu.

Perkembangan teknologi informasi juga berpengaruh. Kegiatan-kegiatan yang dulu tak terpikirkan oleh banyak orang, kini menjadi suatu kenyataan. Seminar berbasis jaringan seperti Webinar, zoominar, dan pembelajaran daring termasuk cara baru untuk belajar.

Kini, banyak pilihan cara belajar. Belajar seperti Roma dalam peribahasa “Banyak jalan menuju Roma”. Banyak media belajar yang memudahkan ilmu untuk tersebar. Masing-masing boleh memilih sendiri cara belajarnya. 

Pilihan cara belajar dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Penulis membagi cara belajar menjadi tujuh, yaitu 1) berguru, 2) membaca (buku – media – dunia), 3) merenung (mencari pelajaran atau hikmah), 4) pengalaman (diri sendiri – orang lain), 5) praktik, 6) mengajar, 7) menulis. 

Bagaimana uraian masing-masing cara belajar? Semoga penulis dapat memaparkan kembali pada tulisan-tulisan berikutnya....!


Monyet dan Ikan

Seekor monyet bersahabat dengan seekor ikan. Mereka sedang bersenda gurau bersama. Monyet bergelantungan di pohon yang menjorok ke tengah sungai. Adapun ikan ikan berenang di air sungai tersebut.

Tiba-tiba datanglah banjir. Dari arah hulu tampak air mengalir deras menerjang semua yang dilewatinya.

Sang monyet panik. “Banjir…!” teriaknya. Ia membayangkan bagaimana akibatnya bila ia tergulung banjir dan tenggelam. Kalau tak dapat menyelamatkan diri, maka nyawalah taruhannya.

Ia tak ingin sahabatnya celaka. Ia pun dengan cepat menyambarnya. “Sahabatku harus kuselamatkan,” tekad monyet di dalam hati.

Monyet pun melompat ke pepohonan mengamankan sahabatnya. Ikan tersebut menggelepar di tangannya, tetapi monyet tidak memperhatikannya karena terlena mengamati banjir yang ada.

Beberapa saat kemudian ternyata ikan pun terdiam. Bukannya ia tertidur, tetapi ternyata ia telah tak bernafas lagi. Betapa sedihnya sang monyet, sahabat yang ditolongnya kini telah mat. 

Entah monyet itu menyadari atau tidak. Sahabatnya mati karena niat baiknya. Ia bermaksud menolong, tapi ternyata berujung celaka dan petaka.  

Pesan yang dapat kita terima diantaranya adalah:

  1. Membantu harus disesuaikan dengan keperluan yang dibantu. 
  2. Cara bantu yang salah justru menyebabkan celaka.
  3. Carilah hikmah dibalik apa yang terjadi, agar kesalahan tak terulang dan menyesal lagi.
  4. Sesuatu yang baik menurut kita, mungkin tidak baik bagi orang lainnya, demikian pula sebaliknya.
  5. Orang perlu belajar untuk mengambil pelajaran atau hikmah dari pengalaman (sendiri atau pihak lain)..
  6. Di setiap peristiwa terdapat pelajaran bagi orang yang dapat mengambilnya.


Beberapa Doa Umroh dan Haji

Doa ada bermacam-macam. Doa suatu amalan dapat berbeda karena sumbernya juga berbeda dan sama-sama sah untuk diamalkan. Salah satunya adalah...